
Mengapa harus belajar bahasa Arab?
Karena bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an yang sempurna. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Artinya: “Al-Quran yang berbahasa Arab itu tidak ada kebengkokan supaya mereka bertakwa.” (Q.S. Az-Zumar: 28)
Dalam Tafsir As-Sa’di, maksud “TIDAK ADA KEBENGKOKAN” di sini bahwa Bahasa Arab itu:
1️. Jelas lafazh-lafazhnya,
2️. Mudah makna-maknanya,
3️. Tidak ada kekeliruan di dalamnya,
4️. Tidak ada kekurangan dari sisi manapun.
MAQASHID SYARI’AH BAHASA AL-QUR’AN
Maqashid Syariah adalah tujuan dan hikmah di balik penetapan Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Qur’an. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Artinya: “Al-Quran yang berbahasa Arab itu tidak ada kebengkokan agar mereka bertaqwa.” (Q.S. Az-Zumar: 28)
Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menafsirkan tujuan dan alasan dipilihnya Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Qur’an, yaitu:
“Agar mereka bertaqwa” maksudnya bertaqwa kepada Allah karena telah dimudahkan bagi kita menuju jalan-jalan taqwa melalui al-Quran yang berbahasa Arab yang lurus, ilmiah, dan praktis. Bahkan, Allah telah buatkan segala macam perumpamaan di dalamnya untuk memudahkan kita.
Semoga dengan meyakini bahwa Bahasa Arab adalah Bahasa Termulia, benih-benih semangat akan tumbuh dalam jiwa-jiwa tangguh para karyawan sekalian. Kemudian, semangat itu akan membuahkan aksi dan amal sebagai bukti iman berupa kesungguhan dalam mempelajari Bahasa Arab, Bahasanya Al-Qur’an yang mulia.
Referensi : Kaifa Tatahammas li Thalabil ‘Ilmi asy-Syar’i – Abul Qo’qo
Ditullis Oleh : Muhammad Iqbal
http://bit.ly/biografi_kak_iqbal
